Kebahagiaan guru adalah ketika melihat murid-muridnya berjalan di atas sunnah Nabi, menyebarkan dakwah Nabi, dan membawa semakin banyak manusia menuju Rasulullah ﷺ.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Jadikan momen Hari Guru bukan hanya tentang puisi, surat indah, atau hadiah-hadiah simbolis. Yang lebih utama adalah jadikan Hari Guru sebagai hari kita mendoakan para guru kita, baik yang telah berpulang maupun yang masih hidup. Yang sudah berpulang kita kirimkan bacaan dan hadiah pahala. Yang masih ada kita kirimkan harapan, doa, dan kebaikan yang bisa kita persembahkan.

Jika ingin memberi sesuatu kepada guru, hadiah terindah adalah ketika murid perlahan memperbaiki dirinya, melihat ilmu yang pernah disampaikan, pelan-pelan kalian jalankan dalam kehidupan. Ketika ilmu berubah menjadi amal. Ketika adab diperhatikan, sunnah-sunnah sederhana dijalankan, seperti menjaga adab, membawa siwak, atau tidak lupa memakai kaos kaki.

Menghargai guru itu tidak terikat tanggal, tetapi sepanjang waktu.
Hari guru hanyalah pengingat, agar kita merenungi kembali jasa dan peran guru dalam hidup kita.

Saya menghargai semua upaya dan cinta murid.
Tapi kalau ditanya apa yang paling saya harapkan sebagai guru?

Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang guru selain melihat muridnya menjadi orang yang dipercaya untuk melanjutkan apa yang guru perjuangkan.

Yang membuat guru bahagia adalah ketika melihat murid memiliki rasa tanggung jawab untuk menjadi estafet dari apa yang diajarkan. Mereka menjadi sarana untuk melanjutkan ilmu, mengamalkannya, dan terlihat perubahan nyata dalam hidup mereka. Itulah yang paling diharapkan guru, terlebih lagi jika kesejahteraan mereka juga tercapai, bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat.

Guru memang senang jika murid memperhatikannya, tapi lebih dari itu, kebahagiaan guru muncul ketika perhatian murid tidak hanya pada sosok gurunya. Bukan sekadar menanyakan kesehatan, atau apakah sudah makan. Yang lebih berarti adalah ketika murid memperhatikan apa yang menjadi cita-cita, pemikiran, dan perjuangan guru, lalu berusaha membantu mewujudkannya. Baik moril maupun materil, atau apa saja.

Kebahagiaan guru adalah ketika melihat murid-muridnya berjalan di atas sunnah Nabi, menyebarkan dakwah Nabi, dan membawa semakin banyak manusia menuju Rasulullah ﷺ.

Murid-murid para masyaikh besar seperti Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki tersebar di berbagai penjuru dunia. Tidak semuanya dekat secara fisik, tetapi ikatan hati — ‘alaqah ruhiyyah — itu yang membuat mereka tetap melanjutkan pesan-pesan guru mereka.

Sudahkah kamu mencoba menjalankan satu saja nasihat gurumu hari ini?

والله اعلم بالصواب