Barangsiapa diantara orang-orang beriman yang dimudahkan baginya jalan untuk memahami ilmu Al-Quran, maka akan selalu terbuka pintu pemahaman ilmu-ilmu lainnya

Kitab Risalatul Muawanah
Kamis, 8 Juli 2021
Ustadzah Aisyah Farid BSA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Wasiat Allah, “Janganlah kau wafat kecuali dalam islam. Jika memang kita diambil, maka (berdoalah) diambil dalam keadaan Husnul Khotimah”

Kadar Iman

Bertambahnya iman karena ketaatan kita. Melemahnya iman karena kemaksiatan kita

Anjuran Membaca Al-Quran

Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad mewasiatkan untuk kita hendaknya setiap kita membiasakan diri untuk membaca Al-Quran. Hendaknya setiap dari kita punya kewajiban melazimkan Al-Quran.

Kapan ? sedikitnya setiap hari 1 juz. Sehingga setiap bulan kita dapat mengkhatamkan Al-Quran. Dan jika kita tidak mampu, maka bacalah 1 juz 1 minggu.

Rasulullah SAW bersabda: “Bacalah Al-Qur’an, maka sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya.” (HR Imam Muslim) .

Jadikan membaca Al-Quran bagian daripada wirid.

Jika mau lebih, maka setiap 3 hari khatam (1 hari 10 Juz).

Mendapat pertolongan dari Al-Quran yang dia jadikan bacaan rutinnya di Yaumil Qiyamah.

Kisah Orang Cinta Al-Quran

Ada seorang sholeh yang sebelum meninggal sudah menggali kuburan menyiapkan kain, membaca Al-Quran dikuburan yang dibangunnya sendiri. Dia belum meninggal tapi kuburannya sudah di “ngajiin” dengan amalnya sendiri. Itulah orang yang tujuan hidupnya adalah Akhirat, Allah dan Rasulnya. Dihatinya tidak ada kecenderungan kepada dunia sama sekali.

Bagaimana kita bisa merutinkan Al-Quran ditengah kesibukan aktivitas kita? Lakukan dengan

  • Niat
  • Tekad
  • Yakin dengan pertolongan Allah (untuk bisa membaca setiap hari)

Manfaat membaca Al-Quran

Membaca Al-Quran bukanlah membaca sembarang bacaan, tetapi firman Allah yang turun (ke dunia) dengan proses yang sangat luar biasa. Firman Allah yang turun di wasilahkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril AS berupa wahyu dan disampaikan kepada ummat dizaman Nabi Muhammad SAW, ayat demi ayat.

Dibalik turunnya Al-Quran, ada sejarah, hikmah yang luar biasa terkandung didalamnya.

Dalam sebuah riwayat Nabi Muhammad bersabda, “Ibadah yang paling utama adalah membaca Al-Quran“.

Lalu, apa pengaruhnya bagi para pembaca Al-Quran ? pengaruh yang luar biasa bagi para pembacanya adalah hatinya terang.

Hati ibarat rumah. Setiap dari kita dianugerahi rumah untuk bernaung. Bayangkan jika orang-orang (dirumah) tersebut orang yang pandai bersyukur, tidak peduli besar atau kecil, maka akan terasa nyaman ditinggali, karena penghuninya pandai bersyukur, sabar, ridha, dekat kepada Allah.

Bagaimana ada rumah yang orang-orangnya tidak pandai bersyukur, sering mengeluh, orang yang selalu dihantui kekhawatiran berlebihan, tidak melihat kebaikan dari orang lain. Maka rumah itu tidak nyaman ditinggali.

Itu hunian rumah kita. Lalu bagaimana hunian didalam tubuh kita pada hakikatnya ?

Karena yang ada didalam ini (hati), yang mempengaruhi zohir kita.

Jika ada rumah besar, istana, lalu lampunya mati, apakah terasa nyaman ? bahkan besarnya, mewahnya tidak kelihatan. Rumah akan terasa gelap dan sempit.

Begitupun dengan hati kita, orang yang tidak pandai bersyukur, sering mengeluh (dll) itu orang yang hatinya gelap. Hatinya tidak ada cahayanya.

Hati bisa begitu luas karena pandai bersyukur, ridha, sabar, taat. Dan hati bisa begitu juga sempit karena. Dan salah satu yang membuat hati tenang, damai adalah dengan qiroatul quran (membaca Quran).

Jika mengalami gejala seperti gelisah, takut, tidak nyaman, sumpek, hati sempit. Salahnya ada dimana ? itu karena hatinya gelap. Jika seperti itu, maka coba kembali kepada Al-Quran. Lalu rasakan perbedaannya.

Siapa yang hatinya begitu sempit, dengan membaca Al-Quran akan mendapat energi positif. Kenapa (bisa hanya dengan membaca) Al-Quran? karena Allah yang menyalakan cahayaNya didalam hati kita. Didalam sanubari kita.

Dan jika cahaya itu sudah menyala, menerangi, masyaAllah, didunia dalam keadaan apapun kondisinya, kesulitan apapun yang sedang menghadangnya, ujian apapun yang sedang dihadapinya, dia akan menjalani dengan penuh senyum, ridho, dan sabar. Karena hatinya terang.

Siapa yang ingin berbicara dengan Allah, maka shalat. Tapi barangsiapa yang ingin diajak bicara dengan Nya, maka bacalah Al-Quran.

Ketika kita shalat, kita bermunajat kepada Allah. Tetapi ketika kita membaca Quran, Allah yang sedang mengajak kita bicara, menyampaikan pesannya kepada kita, memberikan aturannya kepada kita, mengisahkan kisah-kisahnya kepada kita.

Bagaimana sikap kita terhadap Al-Quran ?

  • Hadirkan didalam hati kita, kemuliaan siapa yang berbicara (Allah).
  • Perbaiki bacaan kita, secara tartil
  • Tadabbur (renungi) maknanya
  • Jangan hanya mengejar banyaknya bacaan

Semakin baik kita dalam membaca Al-Quran maka semakin terang hati kita.

Saat kita membaca Al-Quran bayangkan diri kita dihadapan Allah.

Saat kita membaca ayat-ayat ketuhanan, kekuasaan Allah SWT, “kalian adalah orang-orang yang miskin dan Kami adalah orang-orang yang Kaya”, kata Allah. Hadirkan keagungan itu. Penuhi hati kita dengan keagungan pada kekuasaan Allah.

Pahala Kebaikan Membaca Al-Quran

Sayyidina Ali berkata, “Siapa yang membaca Al-Quran sedangkan dia posisi berdiri (shalat), maka pahala baginya setiap huruf akan mendapat 100 kebaikan, shalat sunnah/wajib,

Siapa yang bacanya dalam keadaan duduk (shalat sengaja duduk), kebaikannya 50 kebaikan

Siapa yang membacanya diluar shalat dan memiliki wudhu, maka mendapat 25 kebaikan

Siapa yang membacanya diluar shalat tidak memiliki wudhu (seperti menghafal), maka hafalan 1 hurufnya mendapata 10 kebaikan.

Hadirkan hati

Saat membaca ayat-ayat yang berisi harapan, Allah menjanjikan surgaNya bagi orang-orang yang ibadah, taat. Apa yang harus hadir dalam hati kita? harapan, “Ya Allah masukkan kami kedalam golongan orang-orang yang bertakwa”

Saat kita membaca ayat-ayat tentang api neraka, dimana ayat tersebut menceritakan orang-orang yang disiksa di api neraka. Apa yang harus kita lakukan saat mengetahui itu ? berdoalah meminta perlindungan dan penjagaan dari siksa neraka. Penuhi hati kita untuk menjauhi apa yang dilarang.

Jika membaca ayat-ayat tentang syukur, tentang kebesaran Allah yang begitu agung yang telah memberikan kita nikmat, maka ungkapkan rasa syukur tersebut “Berkat keagunganMu aku mendapat rezeki yang halal”

Maka, ajari anakmu dengan 3 hal

  • Cinta Allah dan Rasul
  • Cinta dengan keluarganya Rasul
  • Ajari Al-Quran sejak kecil

Hakikatnya Al-Quran

Al-Quran adalah lautan ilmu yang luas.

Jika Al-Quran dibaca oleh para pecintanya setiap hari, maka Allah bukakan baginya pintu pemahaman yang baru, lautan yang sangat luas, yang mana dari lautan tersebut diambillah mutiara-mutiara ilmu.

Ilmu yang kita pelajari saat ini dari ilmu syariat, ilmunya Rasul SAW, sumbernya darimana ? dari luasnya Al-Quran , dan itu adalah mutiara-mutiaranya, yaitu ilmu.

Barangsiapa diantara orang-orang beriman yang dimudahkan baginya jalan untuk memahami ilmu Al-Quran, maka akan selalu terbuka pintu pemahaman ilmu-ilmu lainnya.

Jika ada orang pandai ilmu dunia tapi ilmu akhirat (ilmunya Allah) tidak dia pelajari, maka kepandaiannya lebih tak ternilai. Hakikatnya dia tidak cerdas.

Jika ada yang ingin memiliki anak cerdas, maka sejak kecil kenalkan dia pada Al-Quran. Jika Al-Quran sudah dikuasainya maka ilmu lainnya mudah untuk dipahami.

Karena Intisari dari ilmu didunia ini semuanya ada didalam Al-Quran.

Orang yang menemukan ilmu-ilmu besar, ilmu filsafat, matematika, penemunya adalah umat islam. Kenapa mereka bisa menemukan itu ? karena mereka mengembalikan segalanya pada Al-Quran. Semakin sempurna ilmu Al-Quran yang dia kuasai, maka semakin paham, luas ilmunya maka membuat si pembaca Quran tidak pernah bosan membaca Quran siang dan malam.

Semua Jawaban ada didalam Al-Quran

Syekh Imam Abu Madyan berkata, “seorang murid menuntut ilmu, dia tidak akan menjadi hamba Allah yang sejati, sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan ada didalam Al-Quran.”

Mau mencari apapun didalam Al-Quran ada.

Jika resah, ada jawabannya didalam Al-Quran, “.. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-​Ra’du: 28)

Bagaimana suami di PHK, anak mau sekolah, uang tidak ada?

Jawabannya ada didalam Al-Quran

وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. QS. At-Talaq : 3.

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.

Maka lakukan Ikhtiar, yang didalam ihktiar ada ketakwaan, maka Allah bukakan jalan bagi hambaNya. Akhirnya mendapatkan rezeki yang lancar.

نَّمَعَالْعُسْرِيُسْرًاۗ.

Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.
(QS Al-Insyirah : 6)

Kesulitan yang kamu hadapi, maka bersama itu pula ada kemudahan.

Hakikatnya kemudahan selalu ada? lalu kenapa ada masalah besar, karena kita menganggapnya masalah besar. Kalau kita anggap kecil, maka itu jadi masalah kecil. Dan akan ada jalan (keluar) nya dari Allah.

Masalah (kegelisahan) yang dihadapi orang-orang sekarang jawabannya ada didalam Al-Quran. Jika hati kamu lapang, terbuka, ridho maka segalanya akan kamu sikapi dengan penuh senyum, dengan kebaikan, dengan penuh keyakinan bahwa tidak ada kesulitan yang Allah berikan kecuali ada (jalan) kemudahannya.

Dalam syair Abdullah Al-Haddad dikatakan bahwa, “Apa yang sudah Allah catat untuk orang lain, tidak mungkin bisa sampai kepada kamu.”

Yang “jatahnya” orang tidak akan sampai kepadamu.

Kunci utamanya adalah serahkan semua urusanmu kepada Allah dan lapangkan dadamu.

Jika kita menyerahkan urusan kita kepada Allah, maka tidak mungkin Allah tidak selesaikan. Pasti Allah selesaikan. Jika diserahkan kepada manusia maka belum tentu selesai.

Kisah Nabi Namrud

Dia (Raja Namrud) yang mengaku dan begitu berkuasa. Namun Allah patahkan kesombongannya hanya dengan memerintahkan nyamuk yang cacat (sayapnya satu hilang), masuk kedalam kuping dan menyedot otaknya Namrud.

Setiap kali otaknya dihisap oleh nyamuk, maka Namrud merasakan sakit kepala yang luar biasa. Lalu didatangkan tabib dari mana saja untuk mengobatinya. Namun hasilnya nihil. Tidak ada yang tahu Namrud sakit apa.

Karena utusan Allah yang dikirim masuk ke badan Namrud. Sampai-sampai dia pukulkan kepalanya ke tembok setiap kali merasakan sakit yang luar biasa. Hingga dia meninggal dalam keadaan dia yang menyiksa dirinya sendiri. Begitulah jika Allah sudah berkehendak.

Jika kamu sakit maka mintalah kepada Allah sehat untuk taat. Dan jika memang harus meninggal, maka mintalah mati dalam keadaan husnul khotimah.

Karena Allah Yang Maha Menetapkan. Jika kamu mendapatkan kesulitan dalam hidupmu, maka kembalikan semuanya kepada Al-Quran.

Surat Yang Didawamkan

Setelah kita berusaha membaca Al-Quran, memahami makna bacaannya, apa lagi yang kita dawamkan pada diri kita ? Hendaknya kita mendawamkan surat-surat yang dianjurkan Nabi Muhammad untuk dibaca setiap hari.

  • Al-Mulk (setiap malam), melindungi dari siksa kubur
  • As-Sajadah (setiap malam)
  • Al-Waqiah (setiap Ashar), akan selamat dari kefakiran, rezeki Allah yang akan tanggung.
  • Dua surat terakhir Al-Baqarah (Amanarasul…),
  • Al Kahfi (setiap Jumat), memberi kita cahaya sampai jumat berikutnya.
  • Ad-Dukhon (setiap Jumat), siapa yang membaca surat ini dalam satu malam, maka pagi harinya ada 70.000 Malaikat yang akan meminta ampun untuk dia.

Lalu 7 surat Munjiyat (Penyelamat)

  1. Al-Hasyr
  2. Al Hadid
  3. Al-Ikhlas 11x setiap hari, Allah bangunkan baginya surga
  4. Al-Falaq
  5. An-Nas
  6. 2 Ayat terakhir Al-Baqarah
  7. Al-Kaafirun

Maka kita akan mendapatkan keuntungan dari surat-surat yang dibaca.

Semoga kita diberikan kemudahan untuk selalu membaca surat-surat yang dianjurkan oleh Nabi kita Muhammad SAW.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ