Allah berkata, aku sesuai prasangka hambaKu. Jika kamu yakin Allah Maha mengabulkan doa, maka Allah Maha mengabulkan doa.

MT Ummul Batul

Rabu, 4 Maret 2020

Kitab Mukhtar Al Hadits

Ustadzah Aisyah Farid BSA

بسم الله الر حمن الر حيم

Manusia ketika mendengar desas-desus nikmatnya mau dicabut, sudah sangat ketakutan. Mereka semua takut mati karena virus.

Berjaga-jaga boleh, tetapi jangan dijadikan keyakinan kita kepada Allah berkurang. Seharusnya ketika diberi ujian seperti ini, kita banyak-banyak instrospeksi diri. Bersyukur atas kesehatan yang selama ini diberikan kepada kita.

Dan banyak-banyaklah berdoa kepada Allah. Karena yang bisa melindungi kita hanya Allah, yang bisa menyembuhkan kita juga hanyalah Allah.

Hadits 40 – Husnudzon

Allah berkata, aku sesuai prasangka hambaKu.

Apa yang kamu yakini tentang Allah? Jika kamu percaya Allah Rahim, maka akan seperti itulah Allah.

Jika orang yang berdoa, tapi tidak yakin kalau Allah akan mengabulkan doanya, maka doanya itu tidak akan dikabulkan oleh Allah.

Jika kamu yakin Allah Maha mengabulkan doa, maka Allah Maha mengabulkan doa.

Begitu pula orang yang taubat, jika dia merasa dosanya itu sangat banyak, hingga dia menganggap Allah tidak akan mengampuni dirinya, maka dosa besar baginya, karena Allah adalah yang Maha Pengampun.

Yakinlah, dalam doamu Allah akan kabulkan. Dalam tangismu Allah akan beri kebahagian.

Kisah Sahabat

Ada satu kisah sahabat Nabi yang paling terakhir meninggal bernama Abu Khilafah.

Suatu ketika ada seorang musafir tersasar ditengah padang pasir. Karena kehausan, kelaparan dia berjalan dan menemukan sebuah tenda. Begitu didekati, tenda tersebut ternyata kosong dan ada seorang lanjut usia yang tidak memiliki dua tangan dan dua kaki, serta matanya buta, tetapi masih dapat berbicara.

Begitu tenda dibuka, maka diucapkan salam oleh musafir tersebut. Kemudian dijawab kembali salam oleh laki-laki tua tersebut. Kemudian ditanya oleh laki-laki tua “Kamu siapa ?”.

Dijawab oleh musafir “Saya musafir, saya kelaparan, kehausan”. Kemudian dijawab oleh laki-laki tua tersebut “Alhamdulillah..atas segala nikmat yang Allah berikan padaku”.

Lalu musafir bertanya “Kau ini sedang mensyukuri nikmat yang mana ? tangan dan kaki tidak ada, mata buta, semua wadah kosong tidak apa-apa”.

Dijawab oleh laki-laki tua “Aku bersyukur tidak sepertimu musafir, berjalan merasakan lelah, letih, meskipun didalam tenda ini aku tidak makan dan tidak minum.”

Lalu dibalas oleh musafir tersebut “Meskipun tidak makan dan minum, tapi aku bersyukur masih punya lisan untuk mengucap syukur.”

Kakek tua itu berkata, “Biasanya disini saya sedang bersama anak. Tapi beberapa hari ini dia tidak disini, tidak kembali. Maukah kau mencarinya, pasti dia disekitar sini. Kau pergilah keluar, jika bertemu dengan seseorang maka dialah anak saya.”

Tidak lama dia menemukan bangkai manusia yang sedang dimakan burung dan binatang buas lainnya di dekat bukit. Musafir itu merasa bahwa itu adalah bangkai dari anak si kakek tersebut. Maka musafir itu balik ke tenda untuk menyampaikan kabar ke kakek yang sedang menantin anaknya pulang.

Kemudian musafir berkata kepada sang kakek. Tahukah kau cerita tentang Nabi Ayyub. “Tentu saja saya tahu. Nabi Ayyub adalah Nabi yang paling sabar, yang paling banyak mendapat ujian” kata kakek .

Lalu musafir bertanya “Apa saja ujiannya ?”.

Kakek tersebut menjawab. “Nabi Ayyub diuji kena sakit kulit 20 tahun. Nabi Ayyub memiliki 12 anak laki-laki yang semuanya wafat. Usahanya semua hilang tak tersisa, semua istrinya pergi meninggalkannya. Maka ujianku tidak seberat Ayyub, karena aku hanya punya anak 1 diambil sama Allah sedangkan Nabi Ayyub memiliki anak 12 dan diambil (meninggal) semua.”

Lalu sang kakek berkata “Alhamdulillah, yang telah membuat anakku lebih dulu diambilnya daripada aku yang lebih dulu meninggalkannya”.

Musafir keheranan karena si Kakek masih mengucapkan syukur. Tidak lama kemudian Kakek tersebut meninggal.

Musafir keluar untuk mencari pertolongan untuk mengubur si Kakek. Kemudian datanglah beberapa orang berkuda datang mendekati tenda . Ketika mereka masuk ke tenda si kakek, ternyata orang berkuda tersebut mencium si kakek dengan rasa kagum. Ternyata si kakek adalah sahabat Rasulullah SAW yang terakhir meninggal dunia.

Lalu apa hikmah dari cerita ini ? jika orang yang mengenal Rasulullah sesakit apapun tinggal didunia, mereka akan selalu bersyukur, karena hakikatnya hidup didunia ini hanya sementara tidak ada yang abadi. Rasa lelah, sakit, senang kita didunia sifatnya hanya sementara.

Jika ingin bahagia di akhirat, maka syukuri keadaan di dunia ini.

Mengenal Allah

Jika ada orang benar-benar mengenal Allah, maka dia akan selalu bersyukur akan apapun yang Allah berikan kepadanya. Karena segala sesuatu didunia, semuanya sementara. Semua hal yang kamu dapati, syukurilah, karena semua ini hanya sementara. Bersyukur agar kelak kita mendapatkan kesenangan yang abadi di akhirat kelak.

Maka berbaik sangka-lah kepada Allah, karena dengan prasangka baik kita, kita akan mendapatkan banyak kebaikan dari Allah.

Rezeki itu dari Allah, maka yakinlah kepada Allah, rezeki mu akan berkah, akan selalu nikmat hidupnya.

Jika kamu berprasangka buruk sama Allah, orang yang memiliki jabatan tinggi pada pekerjaannya sekalipun, akan merasa kurang terus, karena berkahnya Allah cabut.

Rezeki yang kita punya sekarang ini, tidak akan dibawa mati. Yang dibawa mati yang mana? Yang kamu beri kepada orang lain (sedekah), yang kamu amalkan.

Allah mengingatkan kita, “Silahkan kamu mau mengira Aku apa. Kau kira Aku baik? Aku akan lakukan lebih baik dari yang kau kira. Kau kira Aku jahat? Aku akan lebih jahat. Kau kira Aku pengampun? Maka akan Aku ampuni.

Prasangka kita kepada Allah sangat penting. Maka dari itu datangkanlah prasangka yang baik baik sama Allah.

Berbaik sangka-lah kepada Allah. Dengan baiknya sangkaan kita sama Allah maka kebaikan-kebaikan akan datang kepada kita.

Kata kuncinya bukan pada pekerjaan yang kita lakukan. Tapi sangkaan baik kita sama Allah.

Semua yang kita punya tidak dibawa mati. Yang kita bawa mati adalah sesuatu yang keluar dari kita (yang masuk ke kotak amal, diberikan ke masjid, bantu orang-orang susah, bantu ke mashlahatan umum).

Jika diberi sakit, maka prasangka baik dengan cara mungkin Allah menghapus dosa saya, mungkin Allah meninggikan derajat saya.

Jika uang kita (yang jumlahnya besar) hilang, maka prasangka baiklah sama Allah. Allah mau ganti yang lebih baik.

Mudah-mudahan Allah akan selalu ganti sesuatu yang hilang dari kita dengan yang lebih baik. Maka yakinlah dalam doamu pasti akan Allah kabulkan. Dalam tangismu Allah pasti Allah akan mendatangkan kebahagiaan. Dalam kesulitanmu pasti akan ada kemudahan. InsyaAllah dengan keyakinan itu semua, Allah akan mengabulkan setiap harapan dan cita-cita kita.

Bulan Rajab

Sedekah dalam bulan Rajab adalah besar.

Jika ada sedekah di bulan Rajab dan diterima sama Allah dengan ketulusan hati kita, maka pahala yang didapat itu seperti seekor burung terbang dari sangkarnya tidak behenti-henti karena masa tuanya dia mati. Kira-kira berapa lama jarak yang ditempuh burung tersebut ? sebanyak itulah pahala, kebaikan yang kita dapatkan sebanyak itu.

Jika diantara kita ada yang saling tidak tegur sapa, bermusuhan, harus cepat-cepat dituntaskan. Selesaikan masalah kita, agar ketika bertemu di bulan Sya’ban kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ketika masuk ke bulan Ramadhan lebih suci lagi.

والله أعلمُ بالـصـواب